Minggu, 17 Juni 2012

MASS TRANSPORTATION (review tema tugas besar TEKOM)

        Jika membahas masalah transportasi massal, tak dipungkiri maka akan terkait dengan permasalahan kemacetan. Jika kita bayangkan orang- orang yang bekerja setiap hari menggunakan transportasi pribadi seperti motor harus menempuh kantornya lebih dari satu jam, kita bisa bayangkan bagaimana produktivitas orang tersebut akan menurun, dari mulai kesehatan, akan polusi udara di jalan sampai dengan pekerjaan yang kadang terkendala kemacetan.





           Dahulu transportasi massal yang sangat populer digunakan ketika jaman Belanda adalah tramway, namun lambat laun angkutan umum tersebut hilang termakan jaman, setelah ditelusuri ini diakibatkan karena peraturan atau kebijakan pemerintah yang mempengaruhi pengoperasian tramway secara umum. Sekarang penggunaan sarana transportasi benar - benar dibutuhkan, terutama di kota besar, ini guna menunjang mobilitas penduduk yang kian padat, bahkan di Jakarta kenaikan per tahun jumlah kendaraan pribadi mencapai 10% ini tidak sejalan dengan luas jalan / infrastruktur yang menunjang yang hanya mencakup 3-4% saja, inilah yang menyebabkan kemacetan di kota - kota besar, seperti halnya Jakarta.
          Perlu kesadaran dari masing - masing individu sebenarnya untuk mengatasi masalah seperti ini, penggunaan transportasi massal dirasa sangat cocok dengan keadaan kota kita pada saat ini guna menunjang kegiatan kita setiap hari yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, peran pemerintah sangat penting disini, dari mulai penyediaan alat transportasi massal yang nyaman, aman serta jumlah nya yang harus memadai, serta kondisi sarana, prasarana, serta infrastruktur yang mendukung sarana transportasi tersebut. Terkait itu semua, dibutuhkan juga peraturan atau kebijakan yang kuat dan secara penuh mendukung langkah penggunaan transportasi massal seperti ini.







Get The Solus, Build The Locus 
Isnu Putra Pratama :)

Sabtu, 09 Juni 2012

MASALAH SARANA DAN PRASARANA PERKOTAAN


 
MASALAH SARANA DAN PRASARANA PERKOTAAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Teknologi Komunikasi
(TKP 158)




A.   Pendahuluan

            Kota merupakan salah satu lokasi yang paling kompleks, dimana perkembangan dan pembangunannya berjalan, seiiring dengan aktifitas kota tersebut dalam mengikuti perkembangan jaman maupun tuntutan hidup. Pembangunan kota yang berkelanjutan tersebut diperlukan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, guna mendukung berjalannya aktifitas kota. Sarana dan prasarana seperti jalan, air bersih, sanitasi, pasar, terminal, dan lain- lain harus seimbang dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri, jika tidak maka akan menimbulkan efek negatif yang merugikan masyarakat.

B.   Pembahasan

            Prasarana mempunyai peranan ganda yaitu memadukan antara menunjang pertumbuhan ekonomi dan menunjang pemerataan hasil- hasil pembangunan dan sekaligus memberi dampak positif yaitu meningkatkan kualitas hidup (Rahardjo Adisasmita, 2010 : 89). Dalam penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa peran baik prasarana maupun sarana sangat penting bagi perkembangan perkotaan yang dinamis, interaktif, maupun responsif agar terciptanya suatu kota yang mandiri serta pembangunan yang berkelanjutan berbasis pembangunan wilayah.
            Banyak masalah - masalah yang muncul jika dikaitkan dengan pembangunan sarana dan prasarana perkotaan khususnya kota- kota di Indonesia, seperti terbatasnya anggaran pemerintah, yang mengakibatkan pembangunan yang berjalan macet sehingga baik sarana maupun prasarana terkesan kumuh bahkan sampai rusak karena keterbatasan dana pemerintah untuk memperbaikinya. Selain itu terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) baik dari staf pemerintah maupun masyarakat dalam pengelolaan kota  juga menjadi masalah penting sehingga kemampuan pemerintah tidak terlihat maksimal dalam merencanakan sebuah pembangunan perkotaan yang komperhensif dan berkelanjutan. Perlu peran serta masyarakat dalam menangani berbagai masalah tersebut, namun tetap tanggung jawab utama terletak pada pundak pemerintah, seiiring dengan bertambahnya kebutuhan dan jumlah penduduk di lingkungan perkotaan maka diperlukan juga fasilitas sarana dan prasarana yang memadai agar terciptanya kehidupan perkotaan yang seimbang di berbagai bidang.
            Perlu sebuah perencanaan perkotaan berkelanjutan yang matang agar produk pembangunan tidak hanya berjalan dalam kurun waktu yang relatif singkat sehingga terkesan memboroskan biaya. Pemerintah harus cerdas dalam mencari strategi masalah anggaran tersebut, peran pihak swasta dalam berinvestasi seharusnya dapat dijadikan opsi pemecahan masalah ini, butuh transparansi biaya kepada masyarakat luas agar terciptanya sebuah interaksi positif antara pemerintah dan masyarakat. Kemampuan SDM yang mumpuni dibutuhkan untuk mengatur sebuah kota dengan sejuta masalah, perlu keterlibatan staf - staf pemerintah tersebut untuk penyusunan semua perencanaan pembangunan, pelatihan SDM juga dibutuhkan agar pengembangan, pengaturan, dan pengendalian pembangunan berjalan optimal serta meningkatnya riset di bidang perencanaan.

C.   Kesimpulan

            Jadi dapat disimpulkan bahwa pentingnya peran sarana dan prasarana berakibat pada berjalannya suatu kota, perlu pendekatan multisektoral (berbagai bidang), komprehensif, spasial dan partisipatif agar pembangunan kota dapat merata, berlangsung secara optimal serta berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Adisasmita, Rahardjo. 2010. Pembangunan Kota Optimum, Efisien, Dan Mandiri. Yogyakarta: GRAHA ILMU.

 
Copyright 2009 LocuSoluS. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Blogger Showcase